Langsung ke konten utama

Pemeliharaan Bibit Durian


Pemeliharaan Bibit Durian

Bibit durian sambungan dipelihara di bawah sungkup plastik dan ditutupi oleh paranet atau naungan dengan kadar 50 % sampai 60 %. Sebaiknya dilakukan setelah proses penyambungan selesai dengan tujuan mempertahankan kelembaban dan melindunginya dari sengatan matahari langsung.
Selanjutnya, bibit durian perlu disirami secara berkala dan diberi larutan fungisida demi mencegah timbulnya bakteri atau jamur pada bibit durian. Di awal awal pembibitan, penyemprotan larutan fungisida harus dilakukan secara aktif.

Lakukan penyemprotan fungisida secara teratur hingga mencapai 14 hari. Nah, setelah mencapai satu bulan dalam masa pembibitan durian, sungkup baru bisa dibuka. Selama bibit durian dalam proses pembibitan, jangan disiram tepat di sungkupnya, tetapi di pangkal tanamannya. Tujuannya untuk menghindari serangan penyakit jamur pada tanaman durian.

Anda ingin budidaya durian? Kami sedia bibit durian montong, bibit durian bawor, bibit durian musang king dan bibit durian petruk. Kami siap kirim kirim ke seluruh Indonesia. Ke Samarinda, Banjarmasin, Balik Papan, Ujung Pandang, Nunukan, Riau, Lampung, Banyumas, Bogor, Depok, Jakarta dan lain sebagainya. 


bibit durian

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Membuat Bibit Durian dengan Semai Batang Bawah

Cara Membuat Bibit Durian

Sejatinya, perbanyakan tanaman durian dapat dilakukan dengan dua cara; yakni secara generatif dengan menggunakan bagian tanaman (akar, batang dan daun). dan kedua adalah dengan perbanyakan vegetatif yakni berupa stek, anakan, okulasi, sambungan dan kultur jaringan.
Okulasi , sambungan stek, stek sambung mempunyai keunggulan karena dapat menggabungkan dua sifat yang diinginkan dari dua individu tanaman yang berbeda sehingga disebut juga sebagai cara perbanyakan vegetatif dengan perbaikan.

keunggulan perbanyakan vegetatif lainnya khususnya sambung pucuk pada tanaman durian adalah dapat dilakukan lebih awal pada persemaian batang bawah yang baru berumur dua bulan dengan tingkat keberhasilan sambungan tinggi, yakni sekitar 80 %. Dengan teknik sambung pucuk, para petani penangkar benih tanaman durian memperoleh mutu dalam waktu yang singkat.

Di samping itu, dengan cara seperti ini mutu genetik dapat dipertahankan  bahkan ditingkatkan dan diperoleh pohon yang dapa…

Mengenali Tanda-Tanda Durian Siap Panen

Mengenali Tanda-Tanda Durian Siap Panen Setelah bibit durian ditanam dalam waktu tertentu, hal yang ditunggu tentu saja saatnya menanen. Pemanenan adalah tahap yang penting dalam berkebun durian. Pada tanaman yang sudah tua jumlah durian  yang dapat dipanen dalam satu pohon berkisar 60-70 butir pertahun dengan bobot rata-rata 2,7 Kg. Apabila diinginkan jumlah buah yang lebih banyak akan berisiko pada penurunan bobot buah. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika akan dilakukan pemanenan buah durian di antaranya adalah ciri buah yang siap panen, waktu pemanenan yang tepat dan cara pemetikan yang benar. 1.Ciri dan Umur Panen Waktu panen pada durian umumnya berbeda-beda, tergantung pada jenis variates dan asal bibit.  Pada umur 8-10 tahun, durian lokal yang berasal dari okulasi atau sambung pucuk sudah mulai berbunga. Sementara pada durian genjah, seperti chanee dan montong, tanaman sudah bisa menghasilkan buah pada umur 4-5 tahun sejak ditanam dengan bibit yang sama dari okulasi ata…

Membuat durian berbuah di luar musim

Membuat durian berbuah di luar musim
Secara umum, tanaman durian mulai berbuah di bulan Agustus sampai November. Namun, seiring perkembangan zaman, kini durian bisa dkembangkan dan dipanen tanpa mengenal musim. Anda tentu penasaran bagaimana cara membuat durian tetap berbuah, walau di luar musim? Berikut ulasannya
Pertama, cara mekanis. Cara ini sudah banyak dilakukan oleh nenek moyang kita yang berkebun durian sejak lama. Pada prinsipnya, cara mekanis ini mengubah perbandingan unsur karbon dan nitrogen dalam tanaman. Nah, cara mekanis ini bisa dilakukan dengan lima cara berikut ini. Pertama, kerat. Yaitu dengan mengerat pembuluh floem (kulit pohon) secara melingkar sepanjang lingkaran pohon sampai terlihat pembuluh xylem (kayu pohon). Kedua, Pruning. Yaitu dengan memangkas daun, cabang dan ranting pohon gundul atau hanya menyisakan sedikit daun (kira kira 100 daun untuk 1 kg buah)
Ketiga, pelukaan. Yaitu dengan melukai pembuluh floem dengan benda tajam. Bentuknya bisa dengan mengerok, m…